#ShameOnYouJokowi dan Kekecewaan Masyarakat

#ShameOnYouJokowi dan Kekecewaan rakyat

Tanggal 12 November 2019 lalu, #ShameOnYouJokowi menjadi trending di media social Twitter. Tagar ini dikaitkan dengan Perppu KPK. Publik berharap  Perppu KPK segera diterbitkan karena adanya kekosongan yang terjadi. Namun, Presiden Jokowi memilih untuk menunggu hasil uji materi dari MK. Dapat dikatakan, trendingnya #ShameOnYouJokowi menjadi bentuk curahan hati rakyat yang kecewa terhadap pemerintah saat ini.

Mengapa #ShameOnYouJokowi  menjadi dalam Trending? Bagaimana pola percakapan yang terbentuk dalam #ShameOnYouJokowi? Isu apa saja yang ada dalam #ShameOnYouJokowi? Akan dibahas dalam tulisan ini. Projek ini mengambil rentang waktu dari tanggal 9 November 2019 hingga 16 November 2019. Dengan setting data perppu kpk, uu kpk.

TREN DAN VOLUME

 
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dilihat dari volume percakapan, ada sekitar 1600 lebih percakapan mengenai #ShameOnYouJokowi dan Perppu KPK. Dari tanggal 9 November 2019, percakapan ini semakin lama semakin naik jumlahnya, sampai pada puncaknya tanggal 12 November 2019. Hal ini kemungkinan dikarenakan Thread yang diposting oleh @PartaiSocmed pada tanggal 12 November 2019 lalu yang berjudul “Sejarah berdirinya KPK Hingga Kelumpuhannya di tangan Jokowi”. Serta berita-berita di media massa mengenai keputusan pemerintah yang memilih untuk menunggu MK.

Tanggal 13 November 2019, jumlahnya menurun drastis. Sempat naik sedikit di tanggal 15 November namun kembali turun.

Ditengah sentimen negatif dalam #ShameOnYouJokowi, rupanya masih ada sentimen positif didalamnya. 1% sisanya adalah netral

SNA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
 

 

 

 

 

 

 

 

Dalam SNA yang didapat dari percakapan yang terjadi dalam #ShameOnYouJokowi, terdapat 5 -klaster besar dengan influencernya masing-masing. Klaster yang pertama adalah @PartaiSocmed, klaster kedua adalah @R4jaPurwa, klaster ketiga @MeAndOurs, klaster keempat @Syarman59 dan klaster kelima adalah @YongL4dy

Lima klaster ini tidak terhubung secara langsung satu sama lain. Membentuk kelompok sendiri-sendiri. Meski, tidak menutup kemungkinan ada satu dua followers dari masing-masing klaster yang masuk juga dalam klaster lain.

Sentimen positif paling banyak ada dalam klaster @Syarman59.

 

TOP TWIT

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kesimpulan

#ShameOnYouJokowi menjadi Trending bukan tanpa alasan. Tagar ini menjadi bentuk rasa kecewa rakyat terhadap pemerintah saat ini. Hal ini ditunjukkan dengan tingkat sentimen negatif yang tinggi dalam tagar ini.

Masyarakat memerlukan kejelasan mengenai Perppu KPK. Masyarakat khawatir kekosongan yang terjadi saat ini dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab. Hal-hal yang dikhawatirkan oleh rakyat perlu jadi perhatian pemerintah. Sebab hal ini dapat mempengaruhi kepercayaan rakyat terhadap pemerintah lima tahun kedepan. Diperlukan rasa percaya agar masyarakat dan pemerintah dapat bersinergi membangun bangsa, bukan?

 

Penulis: Clarisza Isabel A.

Sumber data : Drone Emprit Open Data

Diterbitkan oleh Drone Emprit Academic (https://www.academia.edu/40964512/_Shame_On_You_Jokowi_dan_Kekecewaan_Rakyat) pada 18/11/2019