Anomali dan Harapan di Tagar #KamiBersamaGusMuwafiq

Anomali dan Harapan di Tagar #KamiBersamaGusMuwafiq

 

Ceramah agama diiringi humor ternyata tidak selamanya diterima pas dalam pikiran masyarakat. Nabi saat kecil rembes atau ingusan ketika diaasuh oleh kakeknya hal tersebut disampaikan KH. Ahmad Muwafiq dalam ceramahnya di daerah Purwodadi pada saat acara Maulid Nabi pada tanggal 6 November 2019, yang diupload di media sosial awal Desember 2019. Isi ceramah tersebut seakan membagi ke dua kelompok besar yang pro dan kontra dalam menyikapinya, dan sebagian kelompok yang netral.

Kelompok yang Pro, berusaha mengkonfirmasi pernyataan Gus Muwafiq dengan menjelaskan konteks isi ceramah, sementara kelompok yang kontra menyikapi ceramah tersebut sebagai penghinaan yang selanjutnya dilaporkan kepada pihak berwajib. Netizen yang pro ceramah Gus Muwafiq ramai-ramai membela, untuk menghimpun user sepimikiran di Twitter menggunakan jalur tagar dengan nama #KamiBersamaGusMuwafiq. Hal tersebut diaminkan dari beberapa netizen saat memposting, menjawab, meretweet memberi kata tersebut.

 

Pantauan Drone Emprit Academic

Pantauan dari https://academic.droneemprit.id/ hastagh #KamiBersamaGusMuwafiq sejauh ini pada jumlah postingan terkait tagar #KamiBersamaGusMuwafiq terhitung 50,342 tweet dengan gelombang naik turun selama 12 hari, penjelasan gambar sebagai berikut.

 

Tanggal 2 Desember 2019 percakapan tentang video gus Muwafiq mulai beranjak naik dengan total 5.097 tweet, hal tersebut ditambah semakin viralnya potongan ceramah tersebut dibagikan ke khalayak lewat media social, hasilnya tangal 3 Desember naik 100% atau 12.069 tweet, sehari setelahnya turun dan mendekati tanggal 7 Desember naik kembali dengan 8.280 tweet. Hal ini karena ada Aksi Bela Nabi Muhammad dari sekelompok umat muslim menuntut Gus Muwafiq dan Sukmawati agar ditindak secara hukum.

aksi

Pada aksi tersebut tidak dapat dilepaskan dari tweet tertanggal 3 Desember, jika melihat dari posisi postingan di twitter, lokasi saat Aksi Bela Nabi juga terdapat pada area di mana postingan terkait #KamiBersamaGusMuwafiq seperti di Pontianak dan Surakarta. Hal tersebut tergambar jelas sebagai berikut.

maps

Pada gambar terlihat beberapa titik postingan tweet, yang selanjutnya pada tanggal 6 Desember 2019 terjadi demonstrasi.

 

Anomali dan Harapan di Tagar #KamiBersamaGusMuwafiq

Terjadi anomali pada kelompok kontra atas tagar tersebut. Tagar #KamiBersamaGusMuwafiq juga dipakai kelompok yang untuk berdiskusi dengan kelompok yang pro. Hal tersebut terekam di https://academic.droneemprit.id/ mulai tanggal 1 Desember sampai 12 Desember.

Begitu besarnya tagar #KamiBersamaGusMuwafiq, hal tersebut timbul beberapa pertanyaan apakah ada robot di dalamnya, hal tersebut dapat dijawab dari bot Analysis sebagai berikut.

bot

Hasil Bot Analysis berada di kisaran 0-1 dengan muatan 9,9k hal ini menandakan besarnya tagar tersebut murni dari akun asli aliasa bukan akun kloningan atau palsu. Menarik lagi ketika melihat Social Network Analysis sebagai berikut.

Pada gambar tersebut campur aduk dalam meretweet, baik yang pendukung Gus Muwafiq juga sebaliknya, berikut beberapa cuitan diambil dari node yang ada pada SNA di atas. Pendukung Gus Muwafiq seperti @eko_kuntadhi, @Takviri, dan @WagiminDeep membela dengan logika tersendiri, hal tersebut tidak mau kalah dari yang kontra seperti @miladi_fahmi dan @wahyoe_affandy.

 

Campur aduk perasaan jika mengamati percakapan tersebut yang cenderung sentiment negatif satu sama lain, padahal masih satu bangsa. Hal tersebut terbukti jika melihat peta dari sentiment analysis.

Secara sederhana dapat diketahui sekitar 56% sentiment negative di tagar #KamiBersamaGusMuwafiq, selebihnya postif 28% sisanya di netral.

Jika dapat membayangan mungkin tidak percakapan yang menjurus ke unproductive menjadi produktif, semisal percakapan dari debat masalah agama, ceramah, dsb diganti dengan debat soal materi kuliah, politik kebangsaan, atau seputar riset. Kalau terjadi mungkin Indonesia akan maju dari memanfaatkan media social.

 

Diterbitkan oleh Geotimes pada 13/12/2019